LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN PENGUAT

Written By Unknown on Kamis, 20 Maret 2014 | 10.29



JARINGAN PENGUAT
      A.    Tujuan 
    Melihat berbagai macam bentuk dari jaringan mekanik (penguat) yaitu kolenkim dan sklerenkim.
      B.     Teori 
    Jaringan penguat merupakan jaringan yang memberikan kekuatan bagi tubuh tumbuhan agar dapat melakukan perimbangan bagi pertumbuhannya. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan mekanik dibedakan menjadi jaringan kolenkim dan sklerenkim. Jaringan kolenkim tersusun oleh sel yang hidup, bentuk sel memanjang, mempunyai dinding dengan penebalan yang tidak teratur, lentur dan tidak berliignin, sel berisi klorplas dan tanin, dapat dijumpai pada batang, daun serta bagian bunga dan buah. Berdasarkan penebalan dinding selnya kolenkim terbagi menadi 4 tipe yaitu: angular, lamelar, tubular dan cincin. 
     Jaringan sklerenkim mempunyai dinding sekunder yang tebal, terdiri dari zat lignin, sel nya bersifat kenyal. Jaringan sklerenkim terdiri dari serat (dibedakan atas serat xilem dan extra xilem) dan sklereid. Berdasarkan bentuknya sklereid dibedakan menjadi 5 macam yaitu: brakisklereid, makkrosklereid, osteosklereid, asterosklereid dan trikosklereid.

         
C.    Alat dan Bahan


Alat :
·    Mikroskop,
·    Gelas benda,
·    Gelas penutup,
·    Pipet tetes,
·    Kuas halus
·    Silet.dan
·    pinset
Bahan :
·    Tempurung cocos nucifera
·    Kulit biji pisum sativum  (familia leguminoseae lainnya,)
·    Tangkai daun vitis sp
·    Batang hibiscus sp




D.    Prosedur Kerja
  1. Buatlah preparat segar dari masing-masing preparat dengan bantuan silet diiris / disayat tipis secara melintang kemudian letakkan di gelas benda kemudian ditutup.
  2. Persiapkan mikroskop untuk mengaati preparat, atur pembesarannya sampai terlihat jelas kemudian gambar dan beri keterangan.
3.   Amati bentuk sel dari preparat tangkai daun vitis sp
  1. Amati bentuk serat dari preparat batang hibiscus sp
  2. Amati bentuk sklereid dari benntuk biji pisum satipum dan tempurung cocos nucifera

E.     Hasil Pengamatan
No
Tumbuhan
Gambar
Perbesaran
Ket.
1.
Cocos nucifera




10 X 0,25
-     Brakisklereid
-     Dinding sel
2.
Vitis sp





10 X 0,25
-     Kolenkim angulas
-     Dinding sel
3.
Hibiscus sp





10 X 0,25
-     Sklerenkim
4.
Pisum satipum




10 X 0,25
-     Makrosklereid
-     Butir amilum
F.     Pembahasan

Jaringan penguat berfungsi untuk mendukung kokohnya struktur berbagai bagian Tumbuhan. Jaringan ini merupakan jaringan sederhana, karena sel-sel penyusunnya hanya terdiri atas satu tipe sel dan merupakan jaringan yang berperan untuk menunjang bentuk tumbuhan agar dapat berdiri dengan kokoh. Jaringan penguat memiliki dinding sel yang tebal dan kuat serta sel-selnya yang telah mengalami spesialisasi. Jaringan penyokong terdiri dari jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.

1.      Kolenkim

Kolenkim tersusun atas sel-sel hidup yang bentuknya memanjang dengan penebalan dinding sel yang tidak merata dan bersifat plastis, artinya mampu membentang, tetapi tidak dapat kembali seperti semula bila organnya tumbuh. Kolenkim terdapat pada batang, daun, bagian-bagian bunga, buah, dan akar. Sel kolenkim dapat mengandung kloroplas yang menyerupai sel-sel parenkim. Sel – sel kolenkim dindingnya mengalami penebalan dari kolenkim bervariasi, ada yang pendek membulat dan ada yang memanjang seperti serabut dengan ujung tumpul.
Berdasarkan bagian sel yang mengalami penebalan, sel kolenkim dibedakan atas:
a.       Kolenkim angular (kolenkim sudut), merupakan jaringan kolenkim dengan penebalan dinding sel pada bagian sudut sel;
b.      Kolenkim lamelal, merupakan jaringan kolenkim yang penebalan dinding selnya membujur;
c.       Kolenkim anular, merupakan kolenkim yang penebalan dinding selnya merata pada bagian dinding sel sehinggi berbentuk pipa.

2.      Sklerenkim

Sklerenkim merupakan jaringan penyokong tumbuhan, yang sel - selnya mengalami penebalan sekunder dengan lignin dan menunjukkan sifat elastis. Sklerenkim tersusun atas dua kelompok sel, yaitu sklereid dan serabut. Sklereid disebut juga sel batu yang terdiri atas sel - sel pendek, sedangkan serabut sel – selnya panjang sklereidnya berasal dari sel-sel parenkim, sedangkan serabut berasal dari sel - sel meristem. Sklereid terdapat di berbagai bagian tubuh. Sel – selnya membentuk jaringan yang keras, misalnya pada tempurung kelapa, kulit biji dan mesofil daun. Serabut berbentuk pita dengan anyaman menurut pola yang khas. Serabut sklerenkim banyak menyusun jaringan pengangkut.
Pada percobaan pertama dengan preparat tempurung cocos nucifera didalamnya terdapat brakisklereid dan dinding sel,dan pada percobaan dengan menggunaan preparat tangkai daun vitis sp didalamnya terdapat kolenkim angular,selanjutnya menggunakan preparat batang hibiscus sp didalamnya hanya terdapat sklerenkim saja dan pada percobaan kulit biji pisum sativum didalamnya terdapat makkrosklereid dan butir amilum. 

G.    Kesimpulan

Jaringan penguat merupakan jaringan yang memberikan kekuatan bagi tubuh tumbuhan agar dapat melakukan perimbangan bagi pertumbuhannya. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan mekanik dibedakan menjadi jaringan kolenkim dan sklerenkim.
            Kolenkim tersusun atas sel-sel hidup yang bentuknya memanjang dengan penebalan dinding sel yang tidak merata dan bersifat plastis, artinya mampu membentang, tetapi tidak dapat kembali seperti semula bila organnya tumbuh sedangkan Sklerenkim merupakan jaringan penyokong tumbuhan, yang sel - selnya mengalami penebalan sekunder dengan lignin dan menunjukkan sifat elastis. Sklerenkim tersusun atas dua kelompok sel, yaitu sklereid dan serabut. Sklereid disebut juga sel batu yang terdiri atas sel - sel pendek, sedangkan serabut sel – selnya panjang sklereidnya berasal dari sel-sel parenkim, sedangkan serabut berasal dari sel - sel meristem.
            Setelah melakukan percobaan pertama dengan preparat tempurung cocos nucifera didalamnya terdapat Brakisklereid dan dinding sel,dan pada percobaan dengan menggunaan preparat tangkai daun vitis sp didalamnya terdapat kolenkim angular,selanjutnya menggunakan preparat batang hibiscus sp didalamnya hanya terdapat sklerenkim saja dan pada percobaan kulit biji pisum sativum didalamnya terdapat makkrosklereid dan butir amilum. 

H.    Evaluasi
  1. Jelaskan perbedaan serat xilari dan extra xilari!
Jawab :
 - serat xilari: mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar keseluruh bagian tubuh tumbuhan.
- serat extra xilari: mengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh tubuh tumbuhan.
  1. Apakah terdapat manfaat dari kedua serat tersebut?  Jelaskan.
Jawab: jelas ada.
Adapun manfaat dari kedua serat tersebut adalah:
- serat xilari adalah serat yang berfungsi untuk mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar keseluruh bagian tubuh tumbuhan.
- serat extra xilari adalah serat yang berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh tubuh tumbuhan.


DAFTAR PUSTAKA


Nugroho Hartanto, dkk, 2006; Struktur & perkembangan tumbuhan. Yogyakarta: Penebar Swadaya

Hidayat Estiti B,  1995; Anatomi tumbuhan berbiji. Bandung: ITB
Blog, Updated at: 10.29

0 komentar:

Posting Komentar