LAPORAN PRAKTIKUM ZOOLOGI ANNELIDA, PLATYHELMINTHES DAN NEMATHELMINTHES

Written By Unknown on Jumat, 21 Maret 2014 | 19.32



        I.  TUJUAN :
     1. mengidentifikasi dan mendiskripsikan organism Mollusca dan        menempatkannya pada tingkat klasifikasi yang tepat.
    2. Mengetahui persamaan dan perbedaan cacing pipih (planaria),        cacing hati (fasciola hefatica) dan cacing pita (taenia saginata).


II.   ALAT DAN BAHAN

II.1. Alat :
·         Bak preparat
·         Pisau bedah
·         Pinset
·         Jarum pentul
·         Alat tulis
·         Penggaris
·         kertas
II.2. Bahan:
·         LumbricusTerestis (cacing tanah)
·         Tubifex sp (cacing sutra)
·         Nereis sp (cacing laut)
·         HirudoMedicinalis (Lintah)
·         Feses Sapi



III.             DASAR TEORI
ANNELIDA
Annelida hidup di berbagai tempat, yaitu di air tawar, air laut, dan daratan.Cacing ini lebih tinggi tingkatan taksonominya dibandingkan dengan Platyhelminthes dan Nemahelminthe karena telah mempunyai rongga tubuh sejati.Umumnya cacing ini bersifat bebas, tetapi ada pula yang parasit.
Tubuhnya simetri bilateral dan dilapisi oleh kutikula.Ruas tubuhnya tidak hanya berada di bagian luar saja tetapi juga di sebelah dalam.Setiap ruas mempunyai alat reproduksi, alat ekskresi, otot, dan pembuluh darah.Antara ruas yang satu dengan yang lainnya berhubungan sehingga terlihat bentuk seperti cincin yang terkoordinasi.Segmentasi yang demikian disebut metameri.Lapisan penyusun tubuh 3 lapis atau triploblastik, yaitu terdiri dari endoderma, mesoderma, dan ektoderma.
Saluran pencernaannya lengkap, yaitu terdiri dari mulut yang berhubungan dengan faring, esofagus (kerongkongan), tembolok, empela, intestinum (usus halus), dan anus.Alat ekskresi Annelida berupa sepasang nefridia yang terdapat pada tiap-tiap segmen, disebut metanefridia.Hewan ini mempunyai sistem peredaran darah tertutup.Pembuluhnya membujur dengan cabang-cabang kapiler kecil yang terdapat pada setiap segmen.Alat pernapasannya berupa kulit atau insang.Annelida dapat bereproduksi secara seksual dan aseksual.Meskipun Annelida bersifat hermafrodit, tetapi untuk terjadinya fertilisasi tetap diperlukan perkawinan antara dua individu cacing.Alat kopulasinya disebut klitelum.Annelida terbagi atas 3 kelas yaitu Polychaeta, Olygochaeta, dan Hirudinea.
Nemathelmintes
Ciri nemathelmunthes:
Nemathelminthes berasal dari bahasa nemathos = benang, helminthes = cacing. Jadi pengertian nemathelminthes adalah cacing yang berbentuk benang atau gilig.



Hewan yang tergolong nemathelminthes mempunyai ciri-ciri:
Ø  Tubuh berbentuk gilig atau seperti batang dan tidak bersegmen, mempunyai selom semu (pseudoselomata), tripoblastik. Permukaan tubuh dilapisi kutikula sehingga tampak mengkilat.
Ø  Saliran pencernaan sempurna mulai dari mulut sampai anus. Beberapa jenis diantaranya mempunyai kait.
Ø  System respirasi melalui permukaan tubuh secara difusi.
Ø  Saluran peredaran darah tidak ada, tetapi cacing ini memounyai cairan yang fungsinya menyerupai darah.
System reproduksi:
            Alat kelamin terpisah, cacing betina lebih besar daric acing jantan dan yang jantan mempunyaio ujung berkait. Gonad berhubungan dengan saluran alat kelamin, dan tilur dilapisi oleh kulit yang terbuat dari kitin. Hewan ini tidak berkembangbiak secara aseksual.
Habitat
Sebagian besar hewan ini hidup bebas dalam air dan tanah, tetapi ada juga sebagai parasite dalam tanah, yakni merusak tanaman atau dalam saluran pencernaan Vertebrata.
IV.             CARA KERJA :

1.      Menempatkan hewan pada bak preparat, mengamati bagian morfologi tubuhnya, melakukan pengukuran terhadap bagian tubuh hewan tersebut, melakukan pembiusan terhadap hewan tersebut atau dilemahkan dengan menggunakan jarum pentul bagian kepalanya.
2.      Menggambar bagian-bagian morfologinya, kemudian setelah itu melakukan pembedahan bagian organ dalam tubuhnya, mengamati dan menggambarkan serta member penjelasan.
3.      Menulis klasifikasi dan taksonomi hewan tersebut secara lengkap.

V.                HASIL PENGAMATAN
Annelida
Tabel ciri-ciri dari tiga jenis cacing kelas Oligochaeta:
No
Ciri-ciri
Cacing tanah
1
2
3
4
5
6
7
Bentuk tubuh
Simetri tubuh
Permukaan tubuh
Alat hisap
Alat pencernaan
Sistem ekskresi
a.   Sistem syaraf

b.   Bintik mata
Panjang
Bilateral
Bersegmen
Prostomium
Lengkap:Mulut s/d Anus
Metanefridia
Ganglion
Ada


1.      gambarLumbricusTerestis (cacing tanah)                    2. Gambar Tubifex sp (cacing sutra)

 






Ket: 1.terdapat prostomium    4.terdapat gonad                                 Ket: 1.terdapat segmen
        2. Terdapat selom            5.terdapat pgidium
        3. Terdapat esofagus       6.saluran pencernaan  


3. gambarNereis sp (cacing laut)                                             4. Gambar Feses Sapi





Ket: 1.Terdapat pysiolium                                          ket: 1.terdapat serat-serat
        2.Terdapat setae  terdapat ascaris
3.Terdapatparapodea


5.gambar HirudoMedicinalis (Lintah)
 


ket: 1.terdapat sucker
 2. terdapat saluran pencernaan





VI.             PEMBAHASAN
Pada praktikum pertama kita mengamati morfologi dan anatomi struktur tibuh dari cacing tanah (LumbricusTerestis).
Cacing tanah adalah nama yang umum digunakan untuk kelompok Oligochaeta, yang kelas dan subkelasnya tergantung dari penemunya dalam filumAnnelida. Cacing tanah merupakan makhluk yang telah hidup dengan bantuan sistem pertahanan mereka sejak fase awal evolusi, oleh sebab itu mereka selalu dapat menghadapi invasi mikroorganismepatogen di lingkungan mereka.Cacing tanah termasuk hewan tingkat rendah karena tidak mempunyai tulang belakang (invertebrata).Cacing tanah termasuk kelas Oligochaeta.Famili terpenting dari kelas ini Megascilicidae dan Lumbricidae Cacing tanah bukanlah hewan yang asing bagi masyarakat kita, terutama bagi masyarakat pedesaan.Namun hewan ini mempunyai potensi yang sangat menakjubkan bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia.

Manfaat dari cacing tanah adalah:
Dalam bidang pertanian, cacing menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah.Akibatnya lahan menjadi subur dan penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik. Keberadaan cacing tanah akan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan tanaman. Selain itu juga cacing tanah dapat digunakan sebagai:
Ø  Bahan Pakan Ternak
Berkat kandungan protein, lemak dan mineralnya yang tinggi, cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan, udang dan kodok.
Ø  Bahan Baku Obat dan bahan ramuan untuk penyembuhan penyakit.
Secara tradisional cacing tanah dipercaya dapat meredakan demam, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan bronchitis, reumatik sendi, sakit gigi dan tipus.
Ø  Bahan Baku Kosmetik
Cacing dapat diolah untuk digunakan sebagai pelembab kulit dan bahan baku pembuatan lipstik.

Cacing juga merupakan sumber protein yang berpotensi untuk dimasukkan sebagai bahan makanan manusia seperti halnya daging sapi, karena protein pada cacing berbanding 3x lipat dari daging sapi.
Morfologi dari cacing tanah adalah: Cacing tanah jenis Lumbricusmempunyai bentuk tubuh pipih.Jumlah segmen yang dimiliki sekitar 90-195 dan klitelum yang terletak pada segmen 27-32. Biasanya jenis ini kalah bersaing dengan jenis yang lain sehingga tubuhnya lebih kecil. Tetapi bila diternakkan besar tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis lain. Cacing tanah jenis Pheretima segmennya mencapai 95-150 segmen, Klitelumnya terletak pada segmen 14-16.Tubuhnya berbentuk gilik panjang dan silindris berwarna merah keunguan.Cacing tanah yang termasuk jenis Pheretima antara lain cacing merah, cacing koot dan cacing kalung.
Protein yang dimiliki oleh cacing tanah memiliki mekanisme antimikroba yang berbeda dengan mekanisme antibiotic.Antibiotik membunuh mikrorganisme tanpa merusak jaringan tubuh.Antibiotik membunuh mikroganisme biasanya dengan dua cara, yaitu dengan menghentikan jalur metabolik yang dapat menghasilkan nutrient yang dibutuhkan oleh mikroorganisme atau menghambat enzim spesifik yang dibutuhkan untuk mmbantu menyusun dinding sel bakteri. Sedangkan, mekanisme yang dilakukan oleh protein yang dimiliki oleh cacing tanah adalah dengan membuat pori di dinding sel bakteri.

Lumbricus terrestris, the Common European Earthworm

Klasifikasi dariLumbricusTerestis:
Kingdom : Animalia
Filum   : Annelida
Kelas   : Clitellata
Ordo    : Haplotaxida
Upaordo : Lumbricina
Famili  : Lumbricidae
Genus   : Lumbricus
Spesies :Lumbricusterestris
Pada praktikum yang kedua kita mengamati morfologi dan anatomi striktir tubuh daru cacing sutera (Tubifex sp),.Cacing sutra merupakan hewan hermaprodit yang berkembang biak lewat telur secara eksternal. Telur yang dibuahi oleh jantan akan membelah menjadi dua sebelum menetas.
Cacing tubifex adalah organisme hermaprodit.Pada satu individu organism ini terdapat 2 alat kelamin.Hasil perkembangbiakannya berupa telur yang dihasilkan oleh cacing yang telah mengalami kematangan sex kelamin betinanya. Telur ini selanjutnya dibuahi oleh cacing lain yang kelamin jantannya telah matang.
Cacing ini banyak hidup diperairan tawar yang yang airnya jernih dan sedikit mengalir.Dasar perairan yang disukai adalah berlumpur dan mengandung bahan organik.Makanan utmanya adalah bahan-bahan organik yang telah terurai dan mengendap di dasar perairan. Cacing ini akan membenamkan kepalanya masuk kedalam lumpur untuk mencari makan. Sementara ujung ekornya akan disemburkan diatas permukaan dasar untuk bernafas.
Bentuk tubuh cacing ini menyerupai rambut dengan panjang badan antara 1-3cm dengan tubuh berwarna merah kecoklatan dengan ruas ruas.Cacing ini hidup dengan membentuk koloni di perairan jernih yang kaya bahan organik. Cacing ini meiliki 57% protein dan 13% lemak dalam tubuhnya.Bahan organik yang baik untuk digunakanoleh cacing sutra adalah campuran antara kotoran ayam, dedak (bekatul) dan lumpur.
http://www.dkimages.com/discover/previews/811/20126322.JPG
Klasifikasi dariTubifexSp:
Phylum : Annelida
Kelas     : Oligochaeta
Bangsa  : Haplotonida
Suku     : Tubificidae
Marga   : Tubifex
Spesies  :Tubifex sp.

Cacing setelah diberi makan kotoran ayam yang telah di fermentasi.

Pada praktikum ketiga kita mengamati morfologi dan anatomi struktur tubuh dari cacing pipih (Nereis sp) yaitu cacing laut,
Cacing laut termasuk Platyhelminthes karena memiliki tubuh pipih, lunak, dan epidermis bersilia.Cacing pipih merupakan hewan tripoblastik yang tidak mempunyai rongga tubuh (acoelomata).Hidup biasanya di air tawar, air laut, dan tanah lembab.Ada pula yang hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia.Cacing parasit ini mempunyai lapisan kutikula dan silia yang hilang setelah dewasa.
Hewan ini mempunyai alat pengisap yang mungkin disertai dengan kait untuk menempel.Cacing pipih belum mempunyai sistem peredaran darah dan system.pernafasan. Sedangkan sistem pencernaannya tidak sempurna, tanpa anus.cacing laut ini bernafas dengan insang pernafasan yang datar.
Sistem reproduksi terpisah.Tidak ada identifikasi yang tepat terdapatnya gonad, tetapi selama masa pemeliharaan ova atau spermatozoa timbul dari dinding coelom pada masing-masing segmen kecuali dekat ujung anterior.Pada waktu ini keadaan luar cacing terlihat berbeda pada dua bagian, anterior atoke dan posterior epitoke, dimana terdiri dari gonad-gonad.
Platyhelminthes (cacing pipih) dibedakan menjadi 3 kelas yaitu Turbellaria (cacing berambut getar), Trematoda (cacing isap), dan Cestoda (cacing pita).


Klasifikasi dari Nereis sp):
Phylum:Annelida
Class: Polychaeta
Ordo: Umicolae
Familia: Mycostomidae
Genus: Nereis
Spesies:Nereis sp
Pada praktikum keempat kita mengamati lintah (Hirudo  Medicinalis), terdapat sucker dan saluran pencernaan.
Lintah adalah Annelida terdiri dari subclassHirudinea Ada lintah air tawar, darat, dan laut. mereka berbagi kehadiran clitellum . Like earthworms , leeches are hermaphrodites . Seperti cacing tanah , lintah adalah hermafrodit.Beberapa, tetapi tidak semua, lintah yang hematophagous .Terdapat jenis lintah yang dapat hidup di daratan, air tawar, dan laut.Seperti halnya kerabatnya, Oligochaeta, mereka memiliki klitelum.Seperti cacing tanah, lintah juga hermaprodit (berkelamin ganda).Lintah obat Eropa, Hirudo medicinalis, telah sejak lama dimanfaatkan untuk pengeluaran darah (plebotomi) secara medis.
Lintah dibedakan dari pacet bukan berdasarkan taksonomi, tetapi lebih pada habitat kesukaannya.Lintah sehari-hari hidup di air, sedangkan pacet sehari-harinya melekat pada daun atau batang pohon (di luar air).Semua spesies lintah adalah karnivora.Beberapa merupakan predator, mendapat makanan dari berbagai jenis invertebrata seperti cacing, siput, atau larva serangga.
Lintah diduga telah berevolusi dari tertentu Oligochaeta , sebagian besar yang memakan detritus. Namun, beberapa spesies dalam Lumbriculidae adalah predator dan memiliki adaptasi yang sama seperti yang ditemukan di lintah. Akibatnya, sistematika dan taksonomi dari lintah sangat membutuhkan peninjauan.
Seekor lintah di atas batu
    Nama Latin
:  Ascaris lumbricoides
    Phylum
:  Aschelminthes
    Sub Phylum
:  -
    Ordo
:  Ascaroidea
    Family
:  -
    Genus
:  -
    Species
:  Ascaris lumbricoides
    Kelas
:  Nematoda
    Nama Daerah
:  Cacing gelang

Pada praktikum kelima kita mengamati feses sapi yang didalamnya terdapat ascaris lumbricoides (telur yang tidak dibuahi), Ascaris lumbricoides adalah cacing gelang parasit pada usus manusia.
Proses makan pada Ascaris biasanya sangat cepat, dan material tertahan pada usus selama beberapa menit. Tidak mungkin pencernaan terjadi pada sistem pencernaan sendiri, dan terlihat jelas bahwa sejumlah besar makanan yang tidak tercerna tidak terserap.Makanan tersimpan dalam dinding usus.
Organ reproduksi pada jantan adalah gulungan single testis menyerupai benang, dari mana vas deferens memanjang ke saluran yang lebih lebar, seminal vesicle; ini diteruskan dengan pembuluh pendek muscular ejaculatory yang berlubang ke dalam cloaca, sedangkan pada betina terdapat sistem reproduksi berbentuk Y. Masing-masing cabang Y terdiri dari satu gulung ovary menyerupai benang yang bersambungan dengan saluran yang lebih besar, uterus. Uteri dari dua unit cabang ke saluran pendek muscular, vagina, yang berlubang ke bagian luar melalui genital aperture atau vulva.Fertilisasi terjadi pada uterus.



Peranannya:
Ascaris pathogenic pada manusia.Ketika sejumlah besar larva melewati peradangan paru-paru dimulai dan penyamarataan pneumonia dihasilkan.Cacing dewasa mungkin terdapat pada usus sejumlah besar sebagai gangguan pada usus dan gejala gugup dapat terlihat sebagai hasil dari sekresi zat beracun oleh cacing.Untungnya beberapa obat tersedia untuk dengan mudah menghilangkan cacing; yang terbaik dari hal ini adalah piperazine citrate dan hexyl resorcinol.
Ascaris pada dasarnya adalah penyakit pada anak-anak di Amerika Serikat, tetapi persentase yang tinggi dari orang-orang dewasa di beberapa negara lain dapat terinfeksi. Pelajaran di negara ini telah terlihat bahwa gangguan terutama sekali pada keluarga dimana anak-anak dibiarkan mengotori dengan tanah dekat rumah merera.Di bawah kondisi ini tanah banyak mengandung telur embryo yang menemukan jalan menuju ke mulut anak-anakmelalui tangan yang kotor.Infkesi dapat dicegah dengan mudah dengan menjalankan hidup sehat.











VII.          KESIMPULAN

Pada praktikum pertama kita mengamati morfologi dan anatomi struktur tibuh dari cacing tanah (LumbricusTerestis), panjang tubuhnya 10,5 cm, jumlah segmennya 104, diameterny 0,9. Didalamnya juga terdapat prostomium, selom, esofagus, gonad, saluran pencernaan dan pigidium.Cacing tanah adalah nama yang umum digunakan untuk kelompok Oligochaeta, yang kelas dan subkelasnya tergantung dari penemunya dalam filumAnnelida. Cacing tanah merupakan makhluk yang telah hidup dengan bantuan sistem pertahanan mereka sejak fase awal evolusi.
Pada praktikum yang kedua kita mengamati morfologi dan anatomi striktir tubuh daru cacing sutera (Tubifex sp).Cacing sutra merupakan hewan hermaprodit yang berkembang biak lewat telur secara eksternal. Telur yang dibuahi oleh jantan akan membelah menjadi dua sebelum menetas.Cacing tubifex adalah organisme hermaprodit.
Pada praktikum ketiga kita mengamati morfologi dan anatomi struktur tubuh dari cacing pipih (Nereis sp) yaitu cacing laut, didalamnya terdapat pysiolium, setae, dan parapodia. Panjang tubuhnya 14 cm, jumlah segmennya 103, dan lebarnya 2 cm.Cacing laut termasuk Platyhelminthes karena memiliki tubuh pipih, lunak, dan epidermis bersilia. Cacing pipih merupakan hewan tripoblastik yang tidak mempunyai rongga tubuh (acoelomata).Hidup biasanya di air tawar, air laut, dan tanah lembab.
Pada praktikum keempat kita mengamati lintah (Hirudo  Medicinalis), terdapat sucker dan saluran pencernaan.Lintah dibedakan dari pacet bukan berdasarkan taksonomi, tetapi lebih pada habitat kesukaannya.Lintah sehari-hari hidup di air, sedangkan pacet sehari-harinya melekat pada daun atau batang pohon (di luar air).Semua spesies lintah adalah karnivora.
Pada praktikum kelima kita mengamati feses sapi yang didalamnya terdapat ascaris lumbricoides (telur yang tidak dibuahi), didalamnya terdapat sekat-sekat.Ascaris lumbricoides adalah cacing gelang parasit pada usus manusia.

DAFTAR PUSTAKA

Kastawi, Yusuf.dkk. 2003. Zoologi Avertebrata. Jica: Malang.
Francis J.R. dan Elizabeth J.R. Binatang Laut dan Echinodermata Lain. Ilmu
Susilowarno Gunawan.2008.Biologi.Grasindo
Sukarno ,Amin Moh.1995.Biologi.Jakarta:Balai Pustaka
Surpati.1994.Biologi.Bandung:PT Remaja Rosdakar
Blog, Updated at: 19.32

0 komentar:

Posting Komentar