MAKALAH BIOKIMIA

Written By Unknown on Jumat, 28 Maret 2014 | 08.26



BAB I
PENDAHULUAN

Salah satu kelompok senyawa organik yang terdapat dalam tumbuhan, hewan atau manusia dan yang sangat berguna bagi kehidupan manusia adalah lipid. Senyawa yang termasuk dalam lipid tidak mempunyai rumus struktur yang serupa atau mirip. Sifat kimia dan fungsi biologisnya juga berbeda-beda. Lipid dapat diperoleh dari hewan atau tumbuhan dengan cara ekstraksi menggunakan alkohol panas, eter atau pelarut lemak yang lain. Jaringan bawah kulit disekitar perut, jaringan lemak sekitar ginjal mengandung banyak lipid terutama lemak kira-kira sebesar 90%, dalam jaringan otak atau dalam telur terdapat lipid kira-kira sebesar 7,5% - 30%.
Lemak yang kita kenal dalam bentuk padat dan minyak yang kita kenal dalam bentuk cair termasuk dalam senyawa yang disebut lipida. Lemak dan minyak dalam istilah kimia adalah senyawa triacylgliserol
Pemecahan atau hidrolisa triacylgliserol akan menghasilkan senyawa gliserol dan asam lemak. Perbedaan lemak dan minyak terletak pada asam lemak penyusun triacylgliserol. Pada lemak, asam lemaknya sebagian besar adalah asam lemak jenuh, sedangkan pada minyak sebagian besar adalah asam lemak tidak jenuh. Selain lemak dan minyak, yang termasuk dalam lipida adalah sterol, cholesterol, lilin, phosphogliserida, dan sfingolipida. Semua senyawa yang termasuk dalam lipida dicirikan oleh sifatnya yang tidak larut dalam air. 

BAB II 
PEMBAHASAN


Lipid merupakan biomolekul organik yang tidak larut didalam air, tetapi larut dalam pelarut organik. Lipid memegang peranan penting dalam struktur dan fungsi sel. Lipid dapat diekstrak dari sel dan jaringan oleh pelarut non polar seperti eter dan kloroform. Dalam tubuh, lipid berfungsi sebagai sumber energi, komponen struktural membran, sumber bahan baku bagi biosintesis basa-basa purin serta pirimidin yang menyusun asam nukleat, biosintesis asam amino tertentu dsb. Jenis lipid yang paling banyak adalah lemak atau triasilgliserol, yang merupakan bahan bakar utama bagi hampir semua organisme.
Lipid mempunyai kelas-kelas, salah satunya adalah asam lemak, komponen unit pembangun pada kebanyakan lipida. Asam lemak adalah asam organik berantai panjang yang punya 4-24 atom karbon, dan memiliki gugus karboksil tunggal dan ekor hidrokarbon non polar yang panjang yang menyebabkan kebanyakan lipida tidak larut dalam air dan tampak berminyak atau berlemak. Asam lemak yang umum dijumpai bersifat tidak larut dalam air tetapi dapat terdispersi menjadi misel di dalam NaOH atau KOH encer yang mengubah asam lemak menjadi sabun.

Kata Trigliserida tersusun dari dua kata, Tri dan Gliserida.  Tri artinya tiga, Gliserida adalah bahasa ilmiah untuk asam lemak yang terikat, sehingga bahan dasar penyusun minyak adalah tiga buah asam lemak yang terikat menjadi satu. 
Kata Trigliserida sebenarnya bukanlah suatu istilah yang aneh bagi orang yang menderita penyakit tekanan darah tinggi ataupun penyakit jantung koroner.   Dokter biasanya meminta pasien yang menderita penyakit-penyakit tersebut ke laboratorium untuk melakukan cek kolesterol lengkap.   Pemeriksaan kolesterol lengkap termasuk pemeriksaan kadar Trigliserida untuk mengetahui seberapa banyak kadar minyak di dalam darah. 
Triasilgliserol adalah komponen utama dari lemak penyimpan pada sel tumbuhan dan hewan, tetapi umumnya tidak dijumpai dalam membran. Triasilgliserol adalah molekul hidrofobik non polar. Triasilgliserol bersifat tidak larut dalam air, tetapi mudah larut dalam pelarut non polar seperti kloroform, benzena atau eter, yang sering dipergunakan untuk ekstraksi lemak dari jaringan. Triasilgliserol akan terhidrolisis jika dididihkan dengan asam atau basa.
Triasilgliserol terutama berfungsi sebagai lemak penyimpan. Selain lipid yang berada dalam keadaan bebas, ada juga lipid membran . Lipid membran yang paling banyak adalah fosfolipid. Fosfolipid merupakan lipid yang berikatan dengan fosfat anorganik. Fosfolipid berfungsi terutama sebagai unsur struktural membran. Beberapa lipida juga berikatan dengan protein spesifik membentuk lipoprotein, sedangkan yang berikatan dengan karbohidrat disebut glikolipid.
Lipid bersifat dapat disabunkan dan tidak tersabunkan. Dua kelas utama lipid yang tidak tersabunkan adalah steroid dan terpen. Steroid merupakan komponen penting membran. Steroid adalah molekul kompleks yang larut didalam lemak dengan 4 cincin yang saling bergabung. Steroid yang paling banyak adalah sterol, yang merupakan steroid alkohol. Kolesterol adalah sterol utama pada jaringan hewan. Molekul kolesterol mempunyai gugus polar pada bagian kepalanya, yaitu gugus hidroksil pada posisi 3. Bagian molekul yang lain merupakan struktur non polar yang relatif kaku.
Jika terkena udara, lipid yang mengandung asam lemak tidak jenuh cenderung mengalami proses autooksidasi. Molekul oksigen dapat bereaksi dengan asam lemak yang memiliki dua atau lebih ikatan ganda menghasilkan produk kompleks yang menyebabkan rasa dan bau menyimpang pada lemak yang mengalami ketengikan. Lemak atau minyak dapat menjadi tengik karena adanya asam lemak bebas dan senyawa aldehid sebagai akibat terjadinya pemutusan ikatan rangkap melalui pembentukan peroksida oleh oksidasi dengan udara atau hidrolisis oleh mikroorganisme.  Saat ini kita semua mengetahui bahwa diet rendah lemak lebih baik untuk menjaga kesehatan serta mencegah kemungkinan terkena sakit jantung. Dan kita menjadi terbiasa berasosiasi lemak dengan kegemukan. Kita juga mengenal bahwa asam lemak tidak jenuh yang banyak terdapat pada ikan laut dan tumbuhan lebih baik dari asam lemak jenuh yang banyak terdapat pada daging hewan. Lemak yang kita kenal dalam bentuk padat dan minyak yang kita kenal dalam bentuk cair termasuk dalam senyawa yang disebut lipida. Lemak dan minyak dalam istilah kimia adalah senyawa triacylgliserol. Pemecahan atau hidrolisa triacylgliserol akan menghasilkan senyawa gliserol dan asam lemak. Perbedaan lemak dan minyak terletak pada asam lemak penyusun triacylgliserol. Pada lemak, asam lemaknya sebagian besar adalah asam lemak jenuh, sedangkan pada minyak sebagian besar adalah asam lemak tidak jenuh. Kandungan asam lemak tidak jenuh yang lebih banyak pada minyak menyebabkan minyak berbentuk cair pada suhu ruang. Selain lemak dan minyak, yang termasuk dalam lipida adalah sterol, cholesterol, lilin, phosphogliserida, dan sphingolipida. Semua senyawa yang termasuk dalam lipida dicirikan oleh sifatnya yang tidak larut dalam air. Dari segi nutrisi, kebutuhan tubuh telah dikenal sejak lama terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin, serta air. Lemak di sini tidak terbatas pada trigliserida saja, tetapi adalah semua yang termasuk dalam golongan lipida seperti telah dijelaskan di muka. Sehingga sesungguhnya asupan lemak/lipida tetap diperlukan oleh tubuh untuk menjaga kesehatannya. Sebagai ilustrasi kebutuhan tubuh akan lemak dapat digambarkan oleh fungsi lemak dalam tubuh, yaitu antara lain sebagai komponen senyawa penyampai pesan, sebagai komponen membran sel, dan sebagai sumber cadangan energi. Senyawa penyampai pesan seperti hormon sex androgen dan estrogen dibuat dari cholesterol, yaitu salah satu jenis lipida. Membran yang dikenal dengan nama ilmiah "myelin" yang melapisi kabel syaraf tubuh (seperti bagian insulator/lapisan luar kabel listrik) disusun oleh 20 persen protein dan 80 persen sphingolipida (salah satu jenis lipida) seperti sphingomyelin, galaktoserebrosida, dan gangliosida.
 






































































Blog, Updated at: 08.26

0 komentar:

Posting Komentar